Sabtu, 25 Januari 2014

Jangan Salah Pilih Kekasih



“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.” (QS. Al-Baqarah: 165)

Secara konteks asal, ayat diatas menjelaskan tentang sikap kaum musyrik yang membuat andad (tuhan tandingan Allah) lalu mencintai benda-benda tersebut layaknya cinta manusia kepada Penciptanya. Mereka menyembahnya, rela berkorban demi benda-benda itu dan memprioritaskannya diatas yang lain. Walaupun mereka beralasan, benda-benda itu hanyalah sarana mendekatkan diri kepada Allah, tapi faktanya benda-benda itu dijadikan tuhan karena Allah mekera lupakan. Adapun secara makna, ayat diatas bermakan luas. Bukan hanya berlaku bagi para penyembah berhala saja, tapi bagi semua yang membuat tandingan lalu memperlakukannya seperti para penyembah berhala memperlakukan tuhan-tuhannya. Sosok andad yang dahulu berwujud berhala, dapat malih rupa dalam wujud yang beragam tapi karakteristiknya tetaplah sama; dicintai, diagungkan dan dituhankan. Bentuknya bisa berupa harta, tahta, manusia bahkan berupa kesenangan atau hobi-hobi dan lain sebagainya.


Adakalanya, kita dan manusia secara umum secara tak sadar telah membuat tandingan-tandingan ini. Ada yang menuhankan pekerjaan atau perdagangannya. Memposisikan pekerjaan dan perdagangan di atas segalanya, termasuk Allah dan syariat-Nya. Demi pekerjaan dan perdagangan, ia rela berkorban apa saja termasuk mengorbankan ketaatan Allah. Ia lebih memprioritaskannya di atas segala kepentingan, termasuk pentingnya ibadah kepada Allah.

Yang lain, ada yang andad-nya adalah manusia. Yakni manusia yang dicintai dengan kecintaan yang besar hingga mengalahkan cinta kepada Sang maha Pencipta. Demi kekasihnya, ia abaikan semua yang dilarang Rabbnya. Adapun yang andad-nya pemimpin dan undang-undang selain Allah. Pemimpin dan undang-undang tersebut ditaati dan mengesampingkan syariat Allah. Yang lain memilih kedudukan atau kesenangan duniawi sebagai andadnya. Allah mengingatkan nasib orang-orang yang menjadikan tandingan itu dalam firman-Nya :

Demi Allah, sungguh kita dahulu dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kalian dengan Rabb semesta alam.” (QS. Asy-Syu’ara: 97-98)

Subhanallah, padahal sebesar apapun balasan cinta yang diberikan makhluk jelas tak akan sebanding dengan balasan cinta dari sang khaliq. Lebih dari itu, kadangkala cinta yang diberikan kepada makhluk bertepuk sebelah tangan atau kalaupun kalau ada balasan, balasannya hanyalah balasan semu (pufft). Adapun cinta Allah adalah cinta yang hakiki, cinta yang sejati. Demikian besar dan nyata bagi siapapun yang mau mengambilnya. Jauh, amatlah jauh dari apa yang bisa diberikan tandingan-tandingan itu kepada para penyembahnya. Dan inilah gambaran cinta dan kasih saying Allah.

Tidak ada satu hari pun yang berlalu melainkan laut meminta izin kepada Rabbnya untuk menenggelamkan Bani Adam. Para malaikat juga meminta izin kepada-Nya untuk segera menangani dan mematikan mereka. Sementara Allah berfirman, “Biarkanlah hamba-Ku. Aku lebih tahu tentang dirinya ketika Aku menciptakannya dari tanah. Andaikan ia hamba kalian maka urusannya terserah kalian. Karena ia hamba-Ku, maka ia berasal dari-Ku dan urusan terserah kepada-Ku. Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, jika hamba-Ku dating pada malam hari, maka Aku menerimanya. Jika ia dating kepada-Ku siang hari, maka Aku menerimanya. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia berjalan kepada-Ku, maka Aku berlari kecil kepadanya. Jika memohon ampun kepada-Ku, maka Aku mengampuninya. Jika ia meminta maaf kepada-Ku, maka aku memaafkannya. Jika ia bertaubat kepada-Ku, maka Aku akan menerima taubatnya. Siapakah yang lebih murah hati dan mulia dari-Ku, padahal Akulah yang paling murah hati dan mulia? Pada malam hari hamba-hambaKu menampakkan dosa-dosa besar kepada-Ku, padahal akulah yang melindungi mereka di tempat tidurnya dan Akulah yang menjaga mereka dikasurnya. Siapa yang menghadap kepada-Ku, maka Aku menyambutnya dari jauh. Siapa yang beramal karena Aku, maka Aku memberinya lebih dari tambahan. Siapa yang berbuat dengan daya dan kekuatan-Ku, maka Aku melunakkan besi baginya. Seperti yang menginginkan seperti yang Kuinginkan, maka Aku pun menginginkan seperti apa yang ia inginkan. Orang-orang yang berdzikir kepada-Ku adalah mereka yang ada dalam majelis-Ku. Orang-orang yang bersyukur kepada-Ku adalah mereka yang menginginkan tambahan dari-Ku. Orang-orang yang taat kepada-Ku adalah mereka yang mendapat kemuliaan-Ku. Orang-orang yang durhaka kepada-Ku tidak kubuat putus ada terhadap rahmat-Ku. Jika mereka bertaubat kepada-Ku, maka Aku adalah kekasih mereka. Dan jika mereka tidak mau bertaubat kepada-Ku, maka Aku adalah tabib mereka. Aku akan menguji mereka dengan musibah-musibah agar Aku mensucikan mereka dari noda-noda.” (sumber; dari buku Madarijus Salikin Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah. Halaman: 94-95 Pustaka Kautsar, 2006)

Sungguh luar biasa, tapi kebanyakan manusia memang sudah terpedaya. Mereka memilih apa yang menurut mereka indah padahal tak memberikan apa-apa. Gambaran para penyembah andad sangatlah berbeda dengan orang-orang mukmin. Orang yang beriman sangat mencintai Allah. Mereka rela mengorbankan segalanya demi Allah, mengutamakan Allah diatas segala hal dan segala sesuatu dipertimbangkan atas dasar ridha tidaknya Allah atas hal tersebut. Syariat pun menjadi satu-satunya tolak ukur kebenaran dan pilihan dalam hidupnya. Dan sebagai balasannya, Allah akan memberikan balasan cinta yang jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan.

Oleh karenanya, jangan sampai salah memilih kekasih. Pilihlah Allah, karena balasan cinta-Nya sangatlah luar biasa. Mari hilangkan semua tandingan yang ada dalam hati dan tancapkan jauh cinta kepada ilahi. Semoga Allah merahmati kita dan membalas cinta kita dengan balasan yang dimiliki-Nya. “karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 22)

Wallahua’lam (Abu Raif)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar