Jumat, 10 Januari 2014

Tentukan Pilihan dan Hadapi Kenyataan

Dialah Asiyah, permaisuri Fir’aun seorang raja besar yang sangat legendaries. Memiliki pasukan yang sangat banyak dan kuat. Hidup dalam kemewahan, dimanjakan suaminya dan dimuliakan oleh rakyatnya. Hingga tatkala ia memprklamirkan keimanannya kepada Allah, segalanya menjadi berubah seketika. Abul Aliyah nerkata bahwa Fir’aun mengetahui keimanan istrinya, lalu dia keluar dihadapan khalayaknya ramai seraya berkata, “apa yang kalian ketahui tentang Asiya binti Muzahim?” mereka memujinya. Maka Fir’aun berkata kepada mereka, “sesungguhnya dia menyembah Tuhan selain aku.” Mereka berkata, “(jika demikian) bunuhlah dia.” Kemudian dibuatkan untuknya tiang. Setelah itu tangan dan kakinya diikat.


Abu Hurairah , menyebutkan, “sesungguhnya Fir’aun mengikat istrinya pada empat pasak. Dikedua tangannya dan kedua kakinya. Apabila mereka pergi meninggalkannya, malaikat menaunginya dari sengatan teriknya matahari.” Di detik-detik akhir ketika beliau di eksekusi atas perintah suaminya sendiri, Asiyah berdoa dengan doa yang diabadikan dalam Al-Qur’an : 

“Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surge dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim.” (Qs. At-Tahrim : 11)

Doa itu bersamaan dengan Fir’aun di tempat penyiksaan itu. Maka dia (Asiyah) tertawa ketika melihat rumahnya di surga. Fir’aun berkomentar, “apakah kalian tidak merasa heran dengan kegeliannya. Kita menyiksanya, namun dia tertawa. “ setelah itu keluarlah ruhnya dari jasadnya. Begitulah Asiyah, wanita mukminah yang berani mengambil pilihan mulia sekaligus berani menghadapi resiko keimanan. Mungkin tampak tragis bagi orang yang tak beriman, atau bagi para penggemar sinetron di mana happy ending cerita dilihat dari kemenangan duniawi. Hakikatnya, kematian beliau begitu indah, tersungging senyum tatkala diperlihatkan untuknya rumah di jannah. Pemandangan yang membuatnya makin tahu betapa remeh temeh isi istana suaminya di dunia yang fana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar