Jumat, 10 Januari 2014

Pentingnya Halal Dalam setiap Hal




Sebelum memberikan contoh, Rasulullah memberikan mukadimah kedua sebagai tanda begitu pentingnya perkara halal. Yaitu perintah Allah dalam Al-Qur’an (perintah yang bermakna wajib) kepada setiap hambanya yang mukmin untuk makan dari yang halal, baik dzatnya maupun cara mendapatkannya. Hal ini juga diperintahkan kepada Rasul-Nya.

Semakin penting lagi perkara halal ini, ketika Rasul mengancam setiap orang yang tumbuh dalam keharaman dengan sabdanya, “setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih berhak menjilatnya.” (HR. Baihaqi)


Disamping halal, makanan itu juga harus baik. Yaitu ketika makan tidak terlalu berlebihan, tidak tabdzir, dan juga tidak terlalu sedikit dan pelit dalam mengambil sehingga melemahkan jasad dan tidak memenuhi haknya.
Miqdam bin Ma’dikarib berkata: aku mendengar Rasulullah bersabda, “Manusia tidak memenuhi wadah yang buruk melebihi perut, cukup bagi manusia beberapa suapan yang menegakkan tulang punggungnya. Bila tidak bisa maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Tirmidzi)

Didahulukan penyebutan makanan baru kemudian amal shaleh dalam firman-Nya “Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih.” Menandakan betapa berpengaruhnya makanan yang masuk ke dalam perut terhadap hati dan dampaknya dari amalan yang timbul. Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa, annal halaala ‘aunun ala ‘amalis shalihi, setiap perkara yang halal akan membantu dan memudahkan untuk membuahkan amal shaleh. Bila dipahami sebaliknya berarti setiap perkara yang haram akan membuat pelakunya sulit untuk beramal shaleh dan mudah untuk beramal salah! Ya Rabb, urzuqnal halaal wa amalas shalih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar