Jumat, 10 Januari 2014

Ke Neraka Juga Butuh Biaya


Saat bertekad memilih jalan kebenaran, para peneliti jalan al haq memang sudah siap menghadapi resiko dan konsekuensinya. Namun, kenyataan yang harus dihadapi sering kali lebih pahit daripada yang dibayangkan. Perjuangan meniti jalan kebenaran sangatlah berat. Ada luka, duka dan lara bahkan kehilangan harta, nyawa orang tercinta. Tapi bagaimanapun, semua itu harus ditanggung karena memilih jalan yang sebaliknya juga tak lebih ringan dan mulus jalannya.

Ya, memilih jalan kesesatan dan menjadi pembela kebathilan juga bukan pilihan yang selalu membawa kenikmatan. Lihatlah, mereka juga harus bersusah payah menegakkan kebathilan, berkorban waktu, harta, bahkan nyawa, dan juga kehilangan orang-orang yang tercinta demi sesuatu yang sia-sia. Sia-sia karena kebathilan memang tak menjanjika kehampaan dan keputusasaan di lembah jahanam.


Demi perjuangan membela al haq harus mengorbankan harta yang demikian banyak, musuh pun kehilangan harta yang bisa jadi lebih besar nilainya. Untuk mengantarkan tentaranya ke neraka, amerika dan Israel serta sekutunya harus merogoh kocek dalam-dalam. Miliaran dolar amblas untuk melakukan riset, membeli senjata, menggaji dan memberi pensiunan tentara, membiayai operasi intelejen dan semua kebutuhan perang melawan mujahidin di berbagai belahan dunia.

Sama-sama kehilangan harta, merasakan lelah dan penat dalam berjuang dan sama-sama terluka dan mati, tapi harapan pejuang al haq dan al bathil tidaklah sama. Pejuang al haq mengharap pahal dan tempat kembali yang baik dari Allah. Sementara mereka mengharap pahala dan tempat kembali yang baik dari tuhan-tuhan yang tidak berwujud selain hanya berupa nama-nama belaka. Harapan inilah yang membuat para pembela kebenaran menjadi lebih kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar