Dari tanah manusia pertama tercipta. Dari sperma
yang menjijikkan proses anak adam bermula. Kemudian lahir dalam keadaan lemah
tak berdaya, tidak pula mengerti apa-apa. Namun saat menginjak dewasa,
tiba-tiba sebagian besar mereka menjadi penentang pencipta-Nya. Tidak mau
tunduk aturan yang digariskan oleh-Nya, namun merasa mampu mencari jalan yang
membahagiakan dirinya tanpa bimbingan-Nya. Mengira bahwa mereka dibiarkan hidup
begitu saja. Tanpa diawasi pencipta-Nya dan tidak pula dimintai tanggung jawab
atas segala tindakan yang pernah dilakukannya.
Lahir kembali itu pasti. Bahkan diantara manusia
yang ingkar berkata, “mana mungkin manusia yang telah mati dan telah menjadi
tulang belulang akan dibangkitkan kembali?” . inilah kesombongan yang
terbungkus oleh kebodohan yang nyata. Allah telah menunjukkan kebodohan mereka,
dan menyebut mereka melupakan kejadian awalnya. Allah berfirman, “Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan
dia lupa kepada kejadiannya. Ia berkata, siapakah yang dapat menghidupkan
tulang-belulang yang telah hancur luluh?.. katakanlah, ia akan dihidupkan oleh
Rabb yang menciptakannya kali pertama.” (QS. Yasin: 78-79)