Tak
bisa disangkal, manusia akan selalu bersentuhan dengan cinta. Sementara
kecintaan memberikan buah kerinduan, orang yang tercinta akan rindu kepada
orang yang dicintainya. Kerinduan kepada kekasih, sering kali membekaskan duka.
Karena sudah tahu pacaran bukanlah jalan yang halal untuk ditempuh, maka
nikahlah jalan satu-satunya yang jadi pilihan. Padahal si pria belum mampu
member nafkah lahir. Wanita pun masih muda dan dituntut oleh orang tua untuk
menyelesaikan sekolah atau meraih gelar. Akhirnya, karena tidak kesampaian
untuk nikah, maka pacaran terselubung sebagai jalan keluar karena tidak kuat
menahan rasa rindu pada si dia. Lewat chatting, inbox fb atau sms jadi jalur
alternative.
Inilah
yang dialami pemuda masa kini. Mungkin juga di alami para aktivis dakwah.agar
dikira tidak melalui pacaran, maka sms dan chatting yang jadi pilihan.
Seharusnya rasa rindu ini bias dipendam dengan melakukan beberapa kiat yang
akan kamu utarakan. Semoga Allah senantiasa member taufik.
Ikhlas
adalah obat manjur penyakit rindu. Jika seseorang benar-benar ikhlas
menghadapkan diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu
dengan cara yang tidak pernah terbetik di hati sebelumnya. Cinta kepada Allah
dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya. Syaikhul islam
Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati merasakan manisnya ibadah kepada
Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang
lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik dari pada Allah. Manusia
tidak akan meninggalkan sesuatu yang di cintainya, melainkan setelah memperoleh
kekasih lain yang lebih dicintainya. Cinta yang buruk akan bias dihilangkan
dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakan dirinya”
Hati
yang tidak ikhlas akan selalu diombang ambingkan nafsu, keinginan, tuntutan
serta cinta yang memabukkan. Keadaannya tak beda dengan sepotong ranting yang
meliuk kesana kemari mengikuti arah angin.
Setiap
doa yang kita panjatkan pasti akan bermanfaat. Boleh jadi doa tersebut segera
dikabulkan oleh Allah. Boleh jadi sebagai simpanan di akhirat. Boleh jadi
dengan doa kita tadi, Allah akan menghilangkan kejelekan yang semisal. Nabi SAW
bersabda, “Tidaklah seorang muslim
memanjatkan doa kepada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan
silaturahmi (antar kerabat) melainkan Allah akan beri kepadanya tiga hal ;
satu, Allah akan segera mengabulkan doanya. Dua, Allah akan menyimoannya
baginya di akhirat kelak. Tiga, Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang
semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “kalau begitu kami akan
memperbanyak berdoa.” Nabi SAW lantas berkata, “Allahu akbar (Allah Maha Besar).”
Ketika
seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdoa,
merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Termasuk
diantaranya apabila seseorang memohon kepada Allah agar dilepaskan dari
penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya. Penyakit yang
menyebabkan gundah gulana, sedih dan sengsara. Oleh karena itu, perbanyaklah
berdoa. Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan
api. Hingga terbakarlah api dengan kerinduan. Orang yang memandang dengan
sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun pandangan yang
berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran. Oleh karena itu, Nabi SAW
memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga.
Dari
Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW
tentang pandangan yang Cuma selintas (tidak sengaja).kemudian Rasulullah
memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.”
Mujahid
mengatakan, “Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh
Allah, akan menimbulkan rasa cinta pada Allah. Berarti menahan pandangan dari
wanita yang bukan mahram akan menimbulkan rasa cinta kepada Allah. Menundukkan
pandangan yang dimaksud di sini ada dua macam yaitu memandang aurat sesame
jenis dan memandang wanita yang bukan mahrom.
By
Muhammad Abduh Tuasikal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar