Sebut
saja namaku Nisa. Aku adalah sulung dari 5 bersaudara. Sejak kecil kehidupanku
serasa mulus-mulus saja. Orang tuaku mendidikku dengan baik. Aku hidup
berkecukupan dalam segala hal. Segala kebutuhan hidup tidak pernah kurasakan
ada yang kurang. Hidupku serasa sempurna, dan Alhamdulillah akupun bersykur.
Suatu
saat dalam kajian rutin SMA, Murrrobiyahku menjelaskan tentang ujian. Ia
menyatakan bahwa ujian yang diberikan kepada seseorang bisa jadi adalah tanda
cinta Allah kepada hamba-Nya karena bila seseorang lulus dalam ujian yang Allah
berikan, ia akan dinaikkan derajatnya. Ketika itu aku merenung sejenak dan
bertanya dalam hati, “kenapa hidupku mulus-mulus saja ya?” aku pun memberanikan
diri untuk bertanya. “Mba, kok saya tidak pernah mendapat ujian yang berat ya? Apakah itu berarti apakah Allah
tidak sayang sama saya?” polos dan lugu sekali pertanyaanku itu. Murrobiyahku
pun menjelaskan bahwa kelapangan dan kemudahan adalah merupakan ujian. Bisa
jadi hal itu justru lebih sulit untuk dilalui manusia. Di saat lapang itu, kita
juga harus mempersiapkan bekal keimanan untuk menghadapi ujian.
Waktu
pun bergulir, hari berlalu, bulan berganti, dan tahun pun bergulir. Selepas
SMA, aku kuliah di sebuah PTN di kota Atlas, seperti sebelumnya, hidupku pun
mulus tanpa hambatan berarti. Masalah-masalah kecil kadang muncul, tetapi
selalu bisa kuatasi dengan baik.
Tiga
tahun masa kuliah berlalu. Tak terasa hari wisuda semakin dekat. Akupun mulai
merencanakan kehidupan setelah lulus kuliah. Aku mantap dengan langsung menikah
setelah lulus. Semua itu demi menjaga hati dan kehormatanku yang selama ini
susah payah aku jaga. Selama ini banyak pria yang menyukaiku, tapi aku tidak
pernah tertarik untuk berpacaran. Alhamdulillah, Allah selalu menjagaku dari pergaulan
dengan lawan jenis. Aku yakin bahwa manusia diciptakan Allah berpasang-pasangan
dan laki-laki baik adalah untuk wanita yang baik. Aku pun semakin termotivasi
untuk menjadi lebih baik, memantaskan diri untuk menjadi pendamping
seorang”rojulun shalih”.
Suatu
hari murrabiyahku mendekatiku dan mengatakan ada hal yang penting yang perlu
dibicarakan. Aku penasaran, tak seperti biasanya ia mengajakku bicara seserius
ini. Setelah menyampaikan beberapa pembuka, beliau akhirnya menanyakan
kesiapanku untuk menikah. Aku sempat terkejut ketika pertanyaan itu ditanyakan
kepadaku. Beliaupun menuturkan bahwa ada seorang ikhwan sedang mencari calon
istri. Ia pun menanyakan kesiapan ta’aruf dengannya. Aku tidak menyangka akan
ditawari secepat itu. Sejenak aku diam, berfikir, dalam hati aku bergumama,
mungkin inilah jalan dari Allah atas harapan dan cita-citaku. Dengan malu-malu
aku iyakan permintaannya.
Qadarullah,
karena suatu hal, proses ta’aruf yang kami jalani gagal di tengah jalan. Aku
menanggapinya biasa saja dan yakin suatu saat Allah akan menggantikan yang jauh
lebih baik darinya.
Beberapa
bulan setelahnya, hari terindah bagi seorang mahasiswa pun tiba. Senang rasanya
melihat orang tua bisa senyum bangga, apalagi ketika aku berdiri di depan
panggung yang megah menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik. Tak lama
setelah lulus, aku bekerja di sebuah instansi swasta. Tak terasa hari-hari
telah beranjak pergi. Di tengah kesibukanku dengan rutinitas pekerjaan, aku pun
teringat dengan keinginanku untuk menikah.. Gayungpun bersambut, suatu hari aku
dihubungi oleh teman lamaku. Tanpa basa basi dia menawarkan kepadaku untuk
dikenalkan dengan seorang ikhwan. Apalagi orang tuaku juga sudah berharap aku
segera menikah dan memberikan mereka cucu yang lucu.
Dalam
hitungan hari setelahnya, kutrima biodata ikhwan. Kubaca profilnya, akupun
shalat istikharah untuk meminta petunjuk Allah. Satu hal yang ku ingat bahwa
ada larangan untuk menolak lamaran seorang laki-laki sholeh. Jika ditolak tanpa
alas an syar’I maka akan menimbulkan fitnah.
Setelah
kuselidiki lebih jauh, menurut informasi yang dapat dipercaya ikhwan ini adalah
seorang yang baik dan sholeh dan ini sudah cukup bagiku. Tak lama kemudian,
kusampaikan hal ini kepada orang tuaku. Di luar dugaan, orang tuaku menolak.
Mereka tidak setuju karena dianggap pekerjaannya kurang mapan. Aku berusaha
memahamkannya tentang konsep pernikahan seperti apa yang aku inginkan, tapi
mereka tetap tidak setuju. Ya, walaupun kecewa tapi aku berusaha menerima
keputusan orang tua. Aku mencoba memahami bahwa orang tua pasti mengharapkan
yang terbaik untuk anaknya. Akupun mencoba untuk tetap berkhuznudzan pada
Allah.
Dan
sekarang, usiaku hamper menginjak kepala tiga. Tujuh kali sudah proses ta’aruf
sudah aku jalani,. Dan sebanyak itu pula Allah menguji kesabaranku. Qadarullah,
semua prose situ harus berhenti di tengah jalan dengan sebab yang sangat
bermacam-macam. Hingga kini Allah belum berkenan untuk melabuhkan perahuku pada
sebuah dermaga. Terakhir, aku berproses dengan seorang ikhwan,. Dua hari
setelah ikhwan datang berkhitbah kerumah, aku diberi kabar bahwa orang tua
ikhwan mendadak tidak menyetujui pernikahan kami. Padahal, rencana pernikahan
sudah dipersiapkan sedetailnya. Pada pukulan pertama, terasa sangat sakit
sekali, tapi kini aku mencoba untuk bangkit dari keterpurukan. Kadang tanpa aku
sadari, rasa iri menyelinap ke dalam relung hati. Hamper semua teman sebayaku
sudah berkeluarga. Bahkan sudah dikaruniai beberapa anak. Sebagai seorang
manusia biasa kadang aku merasa lelah dengan ujian ini. Tapi beruntunglah
karena aku dikelilingi oleh teman-teman yang selalu menguatkan kesabaranku,
mengingatkanku dikala aku lemah dan hampir berputus asa.
Kita
merenung dan bermuhasabah, aku teringat kembali dengan pertanyaan yang aku
lontarkan lebih dari 10 tahun yang lalu, “mengapa Allah belum mengujiku?” dan
kini telah kutemukan jawabannya. Aku merasa bahwa hari-hari berat yang sedang
kujalani ini mungkin adalah bentuk kasih sayang Allah kepadaku. Di saat-saat
inilah aku merasa lebih dekat dengan Allah, mengadu, mengiba, dan memohon
pada-Nya dalam sujudku.
Teruntuk
saudari-saudariku yang tengah menantikan kehadiran tambatan hatinya di batas
waktu, mari bersabar dan terus kuatkan ikhtiar dalam perjalanan panjang mencari
tambatan hati.
.jpg)
Casino News | News, Videos, Reviews - Oklahoma City
BalasHapusAn overview and a list of upcoming events happening 슬롯 게임 in the Casino at Oklahoma City, 포커 하는 법 Oklahoma. Address: 3440 S. Cedar Street, Suite 180, 벳 인포 Tulsa mom 먹튀 OK 토토커뮤니티 85226